Jumat, September 11, 2026

"Antara Angkasa" Debut Album Temarram yang Merangkum soal kehidupan, Ketiadaan, Harapan dan Penyesalan


Setelah lima tahun, unit synthwave/darkwave/post-punk Temarram akhirnya merilis album penuh perdananya, Antara Angkara, pada 11 September 2026. Temarram beranggotakan Regga Prakarso pada gitar dan programmed synthesizer, Sherina Redjo pada vokal, serta Tanthowi pada bass.


Terdiri dari delapan lagu, Antara Angkara membawa pendengar memasuki lorong keruntuhan diri, tempat kehidupan memaksa manusia bersimpuh, dan meratap serpihan yang tertinggal: kehidupan, ketiadaan, harapan, serta penyesalan. Perjalanan menuju album ini sebelumnya dibuka melalui perilisan single “Pusara” pada 2025. Dalam album ini, Temarram mencoba membuka kemungkinan baru melalui kolaborasi bersama Pandu Fuzztoni, Otong Koil, dan Gerry Lainil Fauzi dari Dirty Ass.


Perjalanan dalam Antara Angkara dimulai melalui “Dan Kau Terlunta”, yang menggambarkan penyesalan atas ambisi yang perlahan menghancurkan kehidupan. Mimpi-mimpi yang terpaksa dirampas oleh rutinitas dituangkan dalam “Reruntuh”, sementara “Aksioma (feat. Gerry Laini Fauzi)” menyuarakan amarah dari sebuah hubungan dan perpisahan. Melalui “Pusara”, perjalanan tersebut berbalik menjadi kesadaran bahwa kita memasung diri pada petaka yang kita ciptakan.


Perenungan berlanjut melalui “Tak Tergenggam”, yang berbicara tentang kehidupan hanya dapat dimiliki sebagian orang. “Semesta Semesta” kemudian menjadi sepercik harapan di antara segala yang telah runtuh, sebelum “Afeksi dan Mati (feat. Otong Koil)” membawa kita kembali bersimpuh pada realita. Album ini ditutup oleh “Pengakhiran Permulaan”, tentang penerimaan bahwa setiap akhir akan membuka sebuah permulaan baru.


Temarram mempercayakan Pandu Fuzztoni sebagai produser sekaligus kolaborator untuk menerjemahkan berbagai ide. Pendekatan yang digunakan pun lebih lepas dari batas-batas sebelumnya, tanpa meninggalkan karakter Temarram. Eksplorasi dalam Antara Angkara turut diwujudkan melalui kolaborasi dengan sejumlah musisi yang membawa karakter berbeda ke dalam album.

Otong Koil dengan karakter mencekamnya hadir memberikan kegetiran mendalam pada “Afeksi dan Mati”, sementara Gerry Lainil Fauzi dari Dirty Ass membawa seruan amarah ke dalam “Aksioma” dengan teriakan energetik khasnya. Pandu Fuzztoni juga turut mengambil bagian lewat isian gitar penuh noise sebagai twist dalam “Pengakhiran Permulaan”.

Untuk karya sampul album, Temarram bekerja sama dengan Suvi Karjalainen, seniman asal Finlandia. Suvi menerjemahkan Antara Angkara sebagai sebuah ruang tempat bersimpuh. Sebuah gambaran yang terasa dekat dengan isi albumnya: manusia yang berhenti sejenak di hadapan segala sesuatu yang telah runtuh, tanpa benar-benar tahu apa yang harus dilakukan setelahnya.

Tracklist
1. Dan Kau Terlunta
2. Reruntuh
3. Aksioma (Feat. Gerry Lainil Fauzi)
4. Pusara
5. Tak Tergenggam 
6. Semesta Semesta
7. Afeksi dan Mati (Feat. Otong Koil)
8. Pengakhiran Permulaan (Feat. Pandu Fuzztoni)

Written by Regga Prakarso, M A Tanthowi (Pengakhiran Permulaan)
Lyrics by M A Tanthowi, Sherina Redjo
Arranged by Regga Prakarso, Pandu Fuzztoni, M A Tanthowi, Sherina Redjo, Lingga Mughni (Tak Tergenggam)

Produced by Pandu Fuzztoni
Featured Artists Gerry Lainil Fauzi, Otong Koil, and Pandu Fuzztoni
Contribute Artists Arya Ditiar (Drums on Dan Kau Terlunta, Reruntuh, and Afeksi dan Mati), John Tampubolon (Guitar on Reruntuh), Pandu Fuzztoni (Guitar on Pusara and Aksioma, Drum on Aksioma and Semesta Semesta, Backing Vocal on Pusara)

Mixed & Mastered by Pandu Fuzztoni
Recorded by Jati Seno at Starlight Studio, Pandu Fuzztoni at Fuzztoni Labs & Tonalwerks
Artwork by Suvi Karjalainen

Contact Person: +62 813-1104-7856 (Anggik)
Email: contact.temarram@gmail.com
Digital Streaming Platform: https://linktr.ee/temarram
Instagram: @_temarram
Twitter: @_temarram


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search